Kejadian 4 — Kain, Habel, dan kekerasan Lamekh
Kisah dua saudara memperlihatkan iri hati, pembunuhan, keadilan Allah, serta perlindungan dari balas dendam pribadi.
Kami menghormati hak cipta terjemahan Alkitab dengan menampilkan rujukan ayat dan komentar asli, bukan menyalin seluruh pasal. Bacalah bersama Alkitab Anda.
Ayat 1–7: Persembahan yang diterima
Kain bercocok tanam dan Habel menggembala; pekerjaan mereka sama-sama wajar. Minchah berarti persembahan atau pemberian, termasuk hasil tanaman. Tidak tepat menyatakan persembahan Kain ditolak semata-mata karena tidak mengandung darah.
Habel memberikan anak sulung dan bagian yang terbaik. Ibrani 11:4 menekankan iman dan 1 Yohanes 3:12 membandingkan perbuatan kedua saudara. Allah memperingatkan Kain bahwa dosa mengintai di pintu sebelum ia membunuh.
Ayat 8–10: Darah saudara
Teks Masoret tidak menuliskan ucapan Kain; sejumlah naskah kuno menambahkan ajakan pergi ke ladang. Peristiwa yang jelas adalah pembunuhan terhadap saudaranya.
'Apakah aku penjaga adikku?' menolak tanggung jawab menjaga sesama. Darah Habel 'berseru' sebagai gambaran tuntutan keadilan kepada Allah, bukan darah secara harfiah berbicara.
Ayat 11–15: Hukuman dan tanda perlindungan
Tanah dikutuk sesudah dosa Adam; Kain sendiri menerima kutuk dalam hubungannya dengan tanah. Keluhannya atas berat hukuman belum membuktikan pertobatan yang tulus.
Tanda Kain (ot) diberikan untuk mencegah orang membunuhnya sebagai balas dendam. Bentuk tanda itu tidak diterangkan, sehingga mengaitkannya dengan warna kulit atau ras tertentu tidak berdasar.
Ayat 16–22: Kota dan kebudayaan
Nod mengingatkan pada pengembaraan, bukan koordinat geografis yang dapat dipastikan. Istri Kain tidak disebutkan asal-usulnya; dugaan tradisional tentang keluarga dekat Adam tetap tidak dapat memastikan hubungan spesifik.
Jabal dikenal dengan kehidupan ternak dan kemah, Yubal dengan musik, Tubal-Kain dengan logam. Kemajuan musik dan keterampilan bukan sesuatu yang otomatis jahat karena muncul dalam keluarga Kain.
Ayat 23–26: Dendam dan ibadah
Puisi Lamekh mengumbar balas dendam berlebihan. Paralelisme Ibrani memungkinkan 'laki-laki' dan 'pemuda' menunjuk korban yang sama; dua korban tidak dapat dipastikan.
Lamekh mengubah perlindungan Allah bagi Kain menjadi ancaman balasan tujuh puluh tujuh kali. Setelah kisah ini, kelahiran Set dan pemanggilan nama Tuhan menandai arah baru; itu tidak berarti sebelumnya tidak pernah ada ibadah.
Keadilan Allah terhadap pembunuhan tidak sama dengan pemberian izin untuk terus membalas pembunuhan secara pribadi.
Bahan perenungan
Ini pertanyaan renungan, bukan kesaksian pribadi yang dibuat-buat.
01Apa perbedaan menuntut keadilan dan ingin membalas dendam?
Rujukan dan sumber
Gunakan rujukan untuk memeriksa istilah Ibrani, konteks dan perbedaan pendapat; kutipan tidak berarti semua penafsir sepakat.
01Genesis 4 — NET Bible text and manuscript notes02Genesis 4 — Keil & Delitzsch commentary03Thomas L. Constable, Notes on Genesis04UBS translators' notes on Cain and his descendants